Tuesday, 27 October 2015

Jawaban yang Tertunda

gambar: forwallpaper.com


Phia, maafkan aku. Tak pernah sedikitpun terlintas di pikiranku ingin mencelakaimu. Aku hanya ingin melihat wajahmu. Aku hanya ingin tahu bagaimana rupamu saat ini. Harus kuakui, aku sudah berubah. Dan kumaklumi, hal ini jelas akan membuatmu berubah pula. Tapi perasaanku kepadamu tetap sama. Masih tetap seperti dulu.

Saturday, 6 June 2015

Mitos Kampus: Kuda Nil Danau LSI


gambar: deviantart.com



Ada seekor kuda nil yang tinggal di danau LSI deket perpustakaan. Katanya sih hewan itu adalah jelmaan penunggu danau yang menjaga keasrian tempat tersebut. Ada juga yang bilang kalau dia itu proyek penelitian Fakultas Kedokteran Hewan yang kabur. Bahkan ada yang bilang kalau dia udah ada di sana sejak zaman kretasius kedua. Gua gak tau versi mana yang valid. Satu hal yang pasti, makhluk itu ada. Kuda nil danau LSI benar-benar ada. Gua pernah betemu dengannya.

Saturday, 21 March 2015

Negeri Tanpa Suara #1


Aku pernah berkelana menunggang biola,
menuju sebuah tempat yang tak pernah ada,
berbincang dengan orang-orang yang tak berbicara,
menyanyikan lagu-lagu tanpa nada.

Di sini betul-betul kacau. Aku harus berpikir cepat. Sejak kulihat selang air itu, segera kuarahkannya pada gedung yang sedang terbakar habis-habisan di depan muka. Orang-orang berlarian tak karuan. Ada juga yang cuma menonton atau malah merekamnya di Handphone. Beberapa ikut memadamkan api. Tidak sampai seperempatnya. Yang menjadi masalah sekarang adalah, selang ini tak juga keluar airnya. Aku baru paham ketika seseorang memukul kepalaku dari belakang.
“Sudah kubilang, pijit dulu tombolnya!” bentak orang itu.
“Tapi aku tidak mendengarmu.”
“Kau memang tidak bisa mendengar, bodoh!”
Sial! Aku yang berniat baik ini malah dimarahi. Padahal bisa saja tadi aku meneruskan untuk … ah, lebih baik kuceritakan dari awal.

Monday, 16 February 2015

Belajar IMK dari NGOMIK.com

Sebelumnya ane pengen ngasih tau kalau ini akan jadi postingan pertama di blog si Rambutan Merah yang bukan cerita fiksi. Jadi bagi yang pengen baca cerita yang menarik dan penuh kejutan seperti biasanya, mohon maaf ya. Entah kenapa kali ini amdin lagi pengen ngeshare info (mungkin karena tugas IMK) tentang sebuah situs yang menurut ane sangat menarik. Tapi, sekali lagi maaf. Pembahasan ini enggak akan mengarah ke konten atau isi dari situs tersebut. Untuk beberapa alasan (sepertinya karena tugas IMK), ane lagi pengen ngebahas desain interface-nya.
Oke, langsung aja ke materi.

Ane suka baca komik. Agan suka baca komik. Kita semua suka komik (termasuk Pak Haji yang suka nyari komik kalau lagi batuk). Baik itu dari Amerika, Eropa, Jepang (Manga), Korea (Webtoon), maupun yang berasal dari dalam negeri kita sendiri. Kita bisa mendapatkannya di toko-toko yang menyediakan layanan peminjaman komk di sekitar tempat tinggal kita atau membacanya dengan gratis di Gram*dia (Hahaha). Permintaan akan barang yang satu ini memang sangat besar. Dan, permintaan yang besar memicu penawaran yang besar pula. Mungkin itu yang melandasi lahirnya  NGOMIK.com.

Tuesday, 16 December 2014

Pengantar Barang

gambar: qrl-it.com

          Sore itu, langit dipenuhi oleh warna abu-abu. Awan yang semakin menebal tak sanggup lagi menahan air lebih lama. Suara petir bersahut-sahutan menggema di penjuru langit. Sinyal itu sudah cukup bagi para burung untuk bebondong-bondong kembali ke sarangnya. Tak lama, hujan lebat disertai angin kencang pun datang menerpa, yang dalam waktu singkat sudah membanjiri jalanan di Kabupaten Kuningan.
          Beno memacu mobil box-nya. Ia melesat memotong genangan air hingga menciprat dari kedua sisi mobilnya layaknya jubah superman saat terbang. Hanya ada satu hal yang ia pikrikan, mengantar paket kiriman terakhirnya dengan selamat, setelah itu pulang dan menyeduh secangkir kopi panas ditemani pisang goreng dan sebungkus rokok.
          “Tinggal satu lagi! Setelah itu, Mission Completed!” pikirnya.
          Namun seperti kebanyakan kasus, sangat sulit untuk memulai sesuatu, tapi lebih sulit lagi untuk menyelesaikannya. Beno tidak pernah menyangka hari sabtunya akan berakhir seperti ini.

Sunday, 13 July 2014

Kampung Pembunuh




Tidak ada tempat yang lebih menyeramkan di negeri ini selain Kampung Pembunuh. Ketika seorang pria diminta membunuh dengan bayaran sebungkus rokok adalah hal yang lumrah, ketika para pemuda pengangguran bermain kartu dan yang kalah harus membawa jantung seseorang dari kampung tetangga adalah hal yang wajar, ketika anak-anak kecil bermain bola dengan sebuah kepala yang masih basah adalah pemandangan biasa. Namun setidaknya, Kampung Pembunuh memiliki peraturan yang sangat dipatuhi oleh para warganya, tidak boleh membunuh orang yang berasal dari kampung sendiri. Mereka pun hidup dengan damai di dalam kebodohan mereka.

Saturday, 5 April 2014

Makan Malam


gambar: veganepicurean.blogspot.com

Suara berisik terdengar dari arah dapur saat Marni menenggelamkan daging sapi kemasan ke dalam air mendidih. Air mukanya menggambarkan ketidaksabaran. Matanya melotot dan bibirnya melengkungkan senyuman dingin.
"Sebentar lagi kau akan mati, suamiku tercinta. Kau kira aku tidak tau apa yang kau lakukan dengan sekretarismu di kantor, hah?" gumamnya diakhiri dengan tawa cekikikan.